Bukannya waktu tak berpihak
Kita hanya terlalu sering menengok
Berpaling meski sesaat
Berkelana mengejar yang tak pasti
Meninggalkan yang sejengkal saja untuk diraih
Menunggu kembali dan bertanya lagi
Mengapa waktu tak seringkali tiba di saat yang tepat
Mungkin saja takdir tak berkehendak
Ataukah sekali lagi hanya karena kita melewatkannya
Maka rindu yang bertanya
Kembali menunggu meski telah lama dipermainkan waktu
Berulangkali meski tersakiti
Berulangkali meski terkhianati waktu
Mengakui betapa berat
Mengakui betapa pedihnya
Namun hati menuntut dan belum bersedia menyerah
Keharusan untuk tetap menunggu
Karena waktu
Bukannya waktu tak berpihak padaku
Hanya diriku yang terlalu sering berpaling dari situ
Terlalu sering mengabaikan kesempatan yang nyata padamu
-nda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar